Aksi ke-2 PMII di Depan Kantor Bupati Pandeglang Diwarnai Baku hantam dengan Aparat Kepolisian

Aksi unjuk rasa PMII di depan halaman Kantor Bupati Pandeglang - (Phot: Dadi - Bantengate.id)

PANDEGLANG, BANTEN GATE.ID – Aksi unjuk rasa mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan halaman kantor Bupati Pandeglang diwarnai ricuh dengan aparat kepolisian. Kericuhan dipicu saat mahasiswa melakukan aksi membakar ban bekas di depan gerbang halaman kantor Bupati Pandeglang.

Bacaan Lainnya

Aksi unjuk rasa yang menuntut agar KPK dan LHKPN datang ke Pandeglang guna memeriksa harta kekayaan Bupati Irna Narulita dan menuntut agar Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang (Irna – Tanto, red.) mundur dari jabatannya ini merupakan aksi yang kedua kalinya, dimana sebelumnya aksi unjuk rasa yang pertama digelar pada pekan lalu, Kamis (04/05/2023).

Pantauan bantengate.id di lokasi, Kamis (11/05/2023), aparat kepolisian yang berjaga hendak memadamkan api, namun mereka dihadang oleh mahasiswa. Saling dorong dan adu mulut tidak dapat terhindarkan hingga beberapa mahasiswa dan aparat Kepolisian terjadi baku hantam atau saling pukul.

Alhasil, selang beberapa waktu kericuhan dapat diredam dan api dapat dipadamkan. Akan tetapi, suasana makin memanas lantaran Bupati tidak dapat menemui massa yang berunjuk rasa. Massa mahasiswa kemudian melanjutkan aksinya dengan melakukan stimulasi adegan drama kekuasaan Bupati Pandeglang.

“Rakyat kalian ini, saya Bupatinya. Bisa apa kalian, saya yang berkuasa di Pandeglang,” ucap salah seorang mahasiswa yang memerankan adegan sebagai Bupati Pandeglang dengan menutup kedua mata dan telinganya sambil menginjak-injak beberapa mahasiswa yang melakukan peran sebagai rakyat.

“Apapun yang kalian sampaikan, tidak akan saya dengar, saya yang berkuasa disini,” sambungnya.

Kendati suasana diguyur hujan deras, massa mahasiswa tak henti-henti melakukan orasinya. Sang orator terus-menerus meneriakkan Bupati Pandeglang Irna Narulita dan Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban telah gagal dalam memimpin Pandeglang selama dua periode. Selain itu, mereka juga meminta agar KPK dan LHKPN turun ke Pandeglang untuk memeriksa kekayaan Bupati pandeglang Irna Narulita.

“Turunkan Irna Narulita dari jabatannya sebagai Bupati Pandeglang. KPK dan BPK RI jangan seperti macan ompong, segera turun ke Pandeglang,” teriak Mahasiswa.  ***(dad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *