Curug Kadu Punah, Keindahan Tersembunyi di antara Kawasan Tambang Lebak Selatan

BANTENGATE.ID, LEBAK ; Usai ramai menjadi perbicangan di media sosial, wisata air terjun Kadu Punah kini mulai ramai dikunjungi wisatawan di hari libur. Air terjun setinggi hampir 25 meter tersebut terletak di Desa Sukamulya, Kecamatan Cibeber, kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Faktanya meskipun belum resmi dibuka, masyarakat sekitar sudah mengelolanya.

Bacaan Lainnya

Menikmati wisata air terjun atau curug memang tidak ada bosannya, terkadang harmonisasi suara air dan suasana alam asri menjadikan momen tersendiri bagi para petualang alam.

Air terjun Kadu Punah berada di area hutan milik Taman Nasional Gunung Halimun (TNGHS), track yang belum resmi dibuka membuat pengunjung kesulitan menempuh lokasi. Melihat potensi wisata alam yang masih perawan ini, masyarakat Desa Sukamulya berinisatif untuk mengelola seperti area parkir agar pengunjung merasa aman dan terjaga.

“Lokasi wisata air terjun Kadu Punah ini sangat indah dan menyegarkan mata. Udara yang menyejukkan dan masih alami, membuat tenang hati agar bisa berlama-lama di tempat ini, ” ujar Yadi Mulyadi.

Ketua Pokdarwis Wisata Cahaya Mulya, Desa Sukamulya Kecamatan Cibeber, Ipan mengucapkan terimakasih kepada pihak Taman Nasional Gunung Halimun salak (TNGHS) dan Pemerintahan Desa Sukamulya serta Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak yang sudah memberikan ijin lokasi wisata Curug Kadu Punah.

Masih kata Ipan, dirinya mewakili teman-teman Pokdarwis memohon kepada Dinas terkait untuk dapat membantu melengkapi sarana dan prasarana serta fasilitas yang maksimal, agar lebih memiliki daya tarik bagi pengunjung atau wisatawan.

“Mudah-mudahan ke depan tempat wisata ini lebih ramai oleh pengunjung, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup ekonomi warga desa disekitar wisata Curug Kadu Punah,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung Curug Kadu Punah asal Rangkasbitung, Ridwan mengapresiasi keberadaan lokasi wisata Curug Kadu Punah.

“Sangat indah dan dijamin tidak menyesal untuk datang kemari. Saya akan share di medsos biar viral,” (wonk/dimas).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *