Ikan Pari Jawa Kini Hanya Jadi Kenangan : Resmi Punah

Ikan Pari Jawa Kini Hanya Jadi Kenangan : Resmi Punah
sumber gambar : https://www.mongabay.co.id/

Bantengate.id,  – Sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Konferensi Tingkat Tinggi tentang Perubahan Iklim COP28 di Dubai pada awal Desember. Java stingaree, jenis Ikan Pari Jawa yang langka, secara resmi diumumkan punah dan masuk ke dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Bacaan Lainnya

Craig Hilton-Taylor, Kepala Unit Daftar Merah IUCN, mengungkapkan bahwa hilangnya spesies ikan laut ini menandai kepunahan pertama akibat aktivitas manusia. Ikan Pari Jawa yang sangat langka ini diketahui hanya dari satu spesimen yang dikumpulkan pada tahun 1862 di pasar ikan Jakarta.

Menurut Julia Constance, ketua penilai dan kandidat PhD di Charles Darwin University Australia, kepunahan Ikan Pari Jawa disebabkan oleh penangkapan ikan yang intensif dan tidak diatur, serta degradasi habitat pesisir akibat industrialisasi.

Daftar Merah IUCN, sumber daya terlengkap untuk menilai risiko kepunahan dan status spesies, memberikan data penting mengenai wilayah jelajah, populasi, habitat, ancaman, dan tindakan konservasi. Gretel Aguilar, Direktur Jenderal IUCN, menyoroti dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati dan menegaskan kebutuhan untuk tindakan perlindungan alam.

Daftar Merah IUCN Melonjak: 44.016 Spesies Berisiko Punah

Pada pembaruan terbaru, jumlah spesies dalam Daftar Merah IUCN meningkat signifikan, dari 150.388 menjadi 157.190. Sebanyak 44.016 di antaranya dinyatakan berisiko punah.

Pembaruan daftar mencakup spesies lain seperti penyu hijau, yang dikategorikan sebagai ‘terancam punah’ di Pasifik Selatan Tengah dan ‘rentan’ di Pasifik Timur, terutama karena peningkatan suhu laut dan ancaman lainnya. Namun, laporan juga menyoroti keberhasilan upaya konservasi, seperti kijang bertanduk pedang yang pulih dari status ‘punah di alam liar’ berkat reintroduksi di Chad.

Kijang saiga juga memperoleh perhatian setelah mengalami peningkatan populasi sebesar 1.100% dalam tujuh tahun di Kazakhstan. Meskipun berhasil, kedua spesies ini masih menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim di wilayah masing-masing.

Dampak Iklim pada Kehidupan Ikan: Ancaman Nyata Bagi Keanekaragaman Hayati

Globalmente, sekitar seperempat spesies ikan air tawar terancam punah akibat pemanasan suhu, penangkapan ikan berlebihan, dan polusi. Penilaian ini mencakup ikan lele raksasa Mekong di China dan salmon Atlantik yang mengalami penurunan 23% antara 2006 hingga 2020.

Perubahan iklim menyebabkan setidaknya 17% spesies ikan air tawar terancam punah, disertai penurunan permukaan air, intrusi air laut ke sungai, dan perubahan musim. Ancaman-ancaman ini berinteraksi dengan faktor lain, seperti polusi, pembangunan bendungan, penangkapan ikan berlebihan, spesies invasif, dan penyakit.

Kathy Hughes, ketua kelompok spesialis ikan air tawar IUCN, menggarisbawahi pentingnya keberagaman spesies ikan air tawar dalam ekosistem dan bagi jutaan orang yang bergantung pada perikanan.

Penilaian Spesies Air Tawar di China

Sementara itu, IUCN sedang menilai spesies air tawar di China. Hilton-Taylor mengungkapkan dampak besar bendungan di sungai terhadap ikan air tawar dan menyoroti penurunan status beberapa spesies akibat pengaruh bendungan tersebut. Baiji, seekor lumba-lumba sungai di China, tetap terdaftar sebagai ‘terancam punah’ sejak 1996, meskipun belum secara resmi dinyatakan punah. Upaya survei terus dilakukan untuk mencari jejak lumba-lumba ini yang tidak pernah terlihat dalam dua dekade terakhir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *