Kakek Sarbini dan Nenek Sanasih Korban Banjir di Lebak Selatan Terima Bantuan, Rumahnya Akan di Rehab

 

Bacaan Lainnya

Kakek Sarbini dan Nenek Sanasih Korban Banjir di Lebak Selatan Terima Bantuan, Rumahnya Akan di Rehab

LEBAK, Bantengate.id—Camat Bayah, Khaerudin, menyerahkan bantuan kepada Lansia pasangan Sarbini dan dan Sanasih, warga Kampung Cimeundeut, Desa Cimancak, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu siang (8/04/2023).

Bantuan yang diserahkan terdiri dari; alas tidur, selimut, beras, dan perlengkapan lainnya dan diterima langsung oleh Kakek Sarbini dan Nenek Sanasih.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan dari lumbung sosial kepada pasangan Lansia Sarbini dan Sanasih. Respon dari Dinas Sosial Kabupaten  Lebak, juga sudah ada  dan kami diminta membantu melengkapi berkas permohonan dan rekening tabungan milik keluarga Lansia tersebut,”kata Khaerudin.

Menurut Khaerudin, pihaknya juga akan melakukan pengecekan ulang terhadap data korban banjir yang sudah dilakukan pada saat musibah terjadi. “Terima kasih atas informasi dan pemberitaan serta kerjasama rekan wartawan,”kata Khaerudin.

Sementara itu, Kakek Sarbini merasa senang mendapat kunjungan dari pihak kecamatan setempat. Ia mengaku terharu dan lega, setelah 3 tahun tinggal di rumah yang tak layak, akhirnya ada rencana perbaikan terhadap tempat tinggalnya tersebut.

“Selama 3 tahun kondisi kami seperti ini, kalau hujan air masuk, belum lagi ancaman binatang, di sebelah rumah sungai kecil dan persawahan. Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan, dan kami juga lega ada rencana perbaikan rumah kami ini,” ungkap Kakek berusia 70 tahun tersebut.

Diberitakan sebelumnya, rumah pasangan lansia ini   rusak  berat. Sebagian dinding rumah jebol akibat tergerus derasnya aliran  sungai Cimadur yang meluap pada banjir Oktober 2020 lalu. Tembok rumah  kakek  Sarbini runtuh dan hanya menyisakan rangka kayu pada bagian atap.

Setiap kali hujan turun, pasangan keduanya hanya bisa pasrah ketika air hujan masuk ke dalam rumah hingga ke kamar tidur mereka. Belum lagi dinginnya udara malam yang menembus, karena tak ada lagi penghalang tembok ataupun atap.

Dikatakan Kakek Sarbini, rumahnya pertama kali roboh akibat banjir  pada Oktober 2020 lalu. Keterbatasan biaya membuatnya tak mampu untuk memperbaiki rumah, Sarbini juga mengaku baru mendapat bantuan berupa bahan pangan dan selimut sewaktu bencana terjadi.

“Sehabis bencana banjir sudah pernah didata, katanya mau dapat bantuan untuk rehab atau perbaikan rumah. Tapi hingga saat ini belum juga ada perbaikan,” ungkap Kakek Sarbini, Jumat (7/4/2023) sore.

Kakek Sarbini diketahui sudah tidak bisa mencari nafkah dengan normal akibat sakit paru-paru yang dideritanya sejak lama. Ia juga tengah menjalani pengobatan berkala akibat sakitnya tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *