Koramil 0313 / Malingping Lakukan Sweeping Korban Hanyut Sungai Cilangkahan

BANTENGATE.ID, LEBAK:– Tiga orang santri Pondok Pesantren Darul Ulum, Kampung Gembrong, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Lebak, Banten, hanyut terseret arus saat sedang berenang di Sungai Cilangkahan, Minggu (6/12/2020).

Bacaan Lainnya

Ketiganya hanyut lantaran nekat berenang di Sungai Cilangkahan yang kondisinya sedang meluap, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari belakangan.

Dalam peristiwa tersebut, dua korban hanyut yakni Saripudin (20) dan Andri (18) berhasil menyelamatkan diri. Sementara satu orang lainnya, Apud (17) masih dalam pencarian Tim SAR gabungan dari Koramil, Polsek, BPBD, Tagana dan masyarakat setempat.

Danramil 0313/Malingping, Kapten. Inf. Zainul Arifin, mengatakan setelah menerima laporan dari pihak Ponpes Darul Ulum bahwa ada santrinya yang hanyut terbawa arus sungai, maka ia segera memerintahkan Babinsa setempat dan beberapa anggota lainnya untuk meluncur ke lokasi.

“Begitu saya dengar ada santri Ponpes Darul Ulum yang hanyut di Sungai Cilangkahan, kami langsung mengirimkan anggota untuk membantu proses pencarian korban,” ungkap Zainul Arifin.

Sementara itu, Babinsa Desa Pagelaran, Serka Usep Sopyan, mengatakan bahwa hingga saat ini korban belum ditemukan dan seluruh tim SAR gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pencarian.

“Kami dari tim SAR gabungan, bersama dengan masyarakat setempat berusaha  melakukan pencarian korban, tapi sampai saat ini belum berhasil ditemukan. Kita akan terus melakukan penyisiran,” kata Usep Sopyan.

Menurut Herliawati, Kepala Desa Pagelaran, sebelumnya ketiga santri tersebut sempat diingatkan oleh warga untuk tidak berenang karena kondisi sungai sangat berbahaya untuk berenang.

“Kalau tidak hujan memang warga kerap beraktifitas di sungai seperti mandi atau mencuci. Tapi sekarang kan arusnya sedang deras sekali, jadi sangat berbahaya. Menurut laporan warga, mereka juga sudah diingatkan, tapi masih tetap berenang,” jelas Herliawati.

Herliawati menghimbau agar masyarakat untuk sementara tidak beraktifitas di sekitar sungai karena kondisinya masih sangat berbahaya. Dan kedepannya akan memasang tanda peringatan di sekitar sungai, agar tidak berenang saat sungai sedang meluap.– (vina/dimas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *