Kulit Udang Bisa Menjadi Alternatif Bahan Baku Tekstil (Bagian 1)

Ditulis oleh
Ikhwan Dimas Permana
Wartawan Bantengate.id

Bacaan Lainnya

Maraknya revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi tekstil di pertengahan abad 20, telah memicu industri tekstil untuk menciptakan serat sintetik yang memiliki sifat khusus, misalnya tahan terhadap suhu tinggi dan memiliki daya tahan yang kuat. Serat sintetik yang sudah dikembangkan diantaranya nylon, polyester dan acrylics. Kemudahan dalam rekayasa teknologi serat sintetik telah menjadikannya sebagai potensi yang bisa diterapkan pada industri penerbangan (aerospace), industri perikanan (jaring, benang pancing) dan industri olahraga.

Kemajuan lainnya yang tidak kalah penting adalah serat kain dengan bahan dasar alami atau dikenal dengan biofiber. Serat organik pada dasarnya memiliki kekuatan tarik yang lemah, namun dengan metode gabungan (composite), serat alami bisa bersaing dengan serat sintetik.

Sejak 100 tahun lalu, serat alami (kapas, wol dan sutera) telah menjadi bahan baku pada industri tekstil. Namun masih banyak isu terkait hasil buangan konversi selulosa yang diduga menimbulkan pencemaran air, antara lain masih digunakannya larutan koagulan (penggumpal) yang berbahaya seperti alcolart (alkali) dan copper ammonium, kedua bahan ini tidak bisa dipecah oleh mikroorganisme.

Hal tak terduga datang saat saya melakukan penelitian ketika masih menjadi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor, Jurusan Teknologi Hasil Perikanan. Salah satu dosen pembimbing, Bambang Riyanto memberikan tantangan untuk mencari solusi alternatif bahan baku tekstil pengganti kapas dengan bersumber pada bahan baku hasil perikanan. Akhirnya dengan tidak berpikir panjang, tantangan itu saya ambil.

Rupanya tidak semudah seperti membalikan telapak tangan, banyak pihak yang mencibir dan meragukan, baik pihak keluarga maupun sahabat angkatan, tapi itu jadi energi luar biasa yang tidak bisa diabaikan. Berbagai literatur mulai dari perpustakaan kampus hingga googling akhirnya memutuskan bahwa kulit udang yang diolah menjadi chitosan memiliki potensi untuk dikaji menjadi bahan baku tekstil.

Pengajuan penelitian sebagai syarat kelulusan / wisuda akhirnya terdaftar dengan judul “Karakteristik Composite Biofiber Textile Berbahan Dasar Kitosan dan Polivinil Alkohol melalui Proses Pemintalan Basah. Saat itu perasaaan campur aduk, melihat judulnya saja “agak ribet”, karena belum ada literatur yang membahas penelitian ini.

Melihat dari kemauan yang kuat tersebut, puji syukur kepada Allah SWT, kemudahan datang bertubi-tubi, penelitian ini langsung mendapatkan bimbingan dari mentor sekelas profesor dan dosen lintas kampus. Hingga disuatu pertemuan, saya diberikan literatur oleh Pak Bambang Riyanto dari sciencedirect.com dan elsevier.com. Sudah ditebak, tidak ada journal literatur yang berbahasa Indonesia, semua menggunakan bahasa Inggris.

Hingga suatu hari, dari berbagai sumber journal yang dibaca ternyata ada kajian awal dari peneliti sebelumnya yang membahas fungsi dan manfaat kulit udang – chitosan yang mempunyai karakteristik mirip dengan kapas, namun kemampuannya tak hanya itu, bahan ini (chitosan) diduga memiliki antibakteri, menakjubkan.

——- bagian 1 ————————————-

Sumber :
1.https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/77031/1/JPHPI_2010_Vol.13No.1_12-25.pdf

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *