Mahasiswa Prodi Apoteker Angkatan 24 Universitas Bhakti Kencana Diambil Sumpah

Ketua Prodi Apoteker UBK, apt. Drs. Rahmat Santoso, M.Si, M.H.Kes,

BANDUNG, BANTENGATE.ID—Sebanyak 111 orang calon apoteker mahasiswa Prodi Apoteker Univesitas Bhakti Kencana (UBK), di ambil sumpah menjadi Apoteker oleh Komite farmasi Nasional dalam Sidang Terbuka Universtas Bhakti Kencana di Aula Sidang UBK, Selasa (02/10/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam pelantikan dan pengambilan mahasiswa  lulusan prodi farmasi itu, hanya 20 orang perwakilan yang bisa hadir secara of line. Sebagian besar mahasiswa mengikuti acara tersebut melalui zoom meeting bersama keluarga di kediaman masing-masing.

Dari sejumlah mahasiswa apoteker yang diambil sumpah tersebut, dua orang diantaranya berasal dari Kabupaten Lebak (Putri Pemata Sari)  dan dari Kabupaten Pandeglang (Bena Monita). Kedua orang tersebut, lulus  dengan predikat  cum laude.

Hadir dalam Sidang Terbuka Pelantikan dan Pengambilan Sumpah  Apoteker tersebut, apt. Nurul Falah Edi Fariang, Anggota Komite Farmasi Nasional dan apt. Novendri, wakil pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) pusat, Pengurus IAI Jawa Barat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kesehatan Kota Bandung serta segenap civitas akademika UBK.

Ketua Prodi Apoteker UBK, apt. Drs. Rahmat Santoso, M.Si, M.H.Kes,  menyampaikan, bahwa dari 111 orang calon apoteker yang di sumpah menjadi apoteker itu terdiri dari 83 orang wanita dan 28 orang pria.

IPK rata-rata 3,75 dan IPK tertinggi 3,97, sementara IPK terendah 3,47. Predikat kelulusan dengan pujian sebanyak 61 orang, sangat memuaskan 45 orang dan predikat memuaskan sebanyak 5 orang.

Menurut Rahmat Santoso, masa study dalam menempuh jenjang pendidikan profesi apoteker selama dua semeter.  Namun begitu perjuangan untuk menyelesaikan study serta proses menempuh ujian baik internal maupun eksternal terutama saat menghadapi Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) sangat menguras segala energi dan waktu.

Tantangan juga kian bertambah dengan adanya era adaptasi baru serta dinamika ekosistem bisnis kefarmasian dengan regulasi yang sangat ketat. Namun segala perjuangan, pengorbanan waktu dan  pemikiran serta segala kelelahan untuk menyiapkan diri menjadi seorang apoteker telah berhasil  dilalui dengan baik.

“Kami menjadi saksi atas perjuangan keras dan keberhasilan anda,”tegas Rahmat Santoso.

Semoga ilmu, keterampilan dan pengalamanan berharga yang diperoleh dapat membawa kebermanfaatan pada dimensi praktek kefarmasian, baik dimensi pengadaan, produksi, distribusi maupun pelayanan dengan value tertentu. Kami berharap anda dapat terus berjuang, beradaptasi dengan kebaruan khususnya dengan profesi kita.

“Jadilah seorang apoteker yang mampu menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan. Terus bertumbuh menjadi alumni yang memiliki pribadi yang unggul dan berdaya saing serta dapat meraih sukses di tempat praktek masing-masing untuk mengharumkan almamater bangsa dan negara,”kata Rahmat Santoso.

Rektor UBK, Dr. apt. Entris Sutisno, M.Kes, dalam sambutannya, menyampaikan selamat atas dilantik dan diambil sumpah apotekter angkatan 24 dan terimakasih kepada segenap dosen dan Ketua Prodi, karena telah mendidik dan membimbing anak-anak sehingga bisa dilantik dan disumpah. Pandemik covid-19 memaksa kita harus membuat metode pembelajaran secara daring yang epektif dan tercapai capaian pembelajarannya.

Ditegaskan Rektor Entris Sutisna, Universitas Bhakti Kencana terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan SDM yang unggul. Untuk menghasilkan hal tersebut, diawali dengan peningkatan kualitas SDM dosen dan pendidiknya yang unggul pula.

Untuk itu, kata Entris, UBK terus mendorong para dosen untuk meningkatkan jabatan fungsionalnya dan sertifikasi dosen sebagai bentuk kompetensi yang diakui pemerintah bahwa dosen di UBK sudah kompoten dengan diberikannya sertifikasi dosen.

“Kami juga terus berkomitmen dalam menjalankann Tri Darma Perguruan Tinggi dengan semboyan JAYA (Jujur, Amanah, Yakin dan Adaptif) dan senatiasa terus meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan kinerja dalam rangka mewujudkan visi dan misi UBK; menjadi perguruan tinggi yang mandiri, unggul dan berdaya saing untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia.—(dimas/em)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *