Manfaatkan Waktu Luang, Satgas TMMD Bonsai Kelapa

BANTENGATE.ID, LEBAK:– Tak terasa 2 minggu sudah Satgas TMMD Ke-110/2021 Kodim 0603/Lebak terjun ke masyarakat dengan meninggalkan rumah dan keluarga. Mereka bertugas menjadi anggota Satgas TMMD di Desa Gununganten dan Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak.

Bacaan Lainnya

Namun, di tengah kesibukan perampungan target utama TMMD, disela-sela waktu istirahatnya, Sertu Jaja, Babinsa yang bertugas di Koramil 0311/Cileles, berkreasi membuat bonsai kelapa.

Melalui tangan kreatifnya, buah kelapa yang biasanya hanya tumbuh begitu saja di pekarangan, dibentuk menjadi bermacam-macam karakter. Jenis tanaman bonsai kelapa ini memiliki bentuk yang unik sehingga banyak diminati sebagai tanaman penghias halaman rumah.

Diungkapkan Sertu Jaja, bahwa ide membuat bonsai kelapa tersebut berawal dari iseng-iseng melihat bibit kelapa yang baru tumbuh (baru tunas/cukul) di rumah warga desa binaannya.

“Tadinya saya iseng lihat, lalu saya coba buat varian kelapa dengan cara membonsainya sambil mengisi kekosongan. Dengan harapan bisa menjadi tumbuhan yang unik dan laku di pasaran, karena bonsai yang banyak dinikmati oleh masyarakat,” ungkap Sertu Jaja kepada Bantengate.id, Sabtu (13/3/3021).

Ditambahkan Sertu Jaja, dengan kreasi dari bonsai kelapa tersebut, diharapkan bisa menjadi motivasi untuk masyarakat sekitar bahwa tanaman kelapa yang biasanya tumbuh di pekarangan itu bisa diubah menjadi ladang bisnis yang mempunyai nilai jual yang cukup tinggi.

Sertu Jaja menjelaskan bahwa pengerjaannya tidak begitu sulit, karena bahan dan alat yang digunakan cukup sederhana.

Hanya membutuhkan buah kelapa yang sudah kering. Lalu, bagian kulit kelapa disayat atau dipotong membentuk pola karakter yang diinginkan. Selanjutnya, untuk menyambung bagian-bagian pada pola karakter, Jaja menggunakan lem perekat. Apabila bentuk sudah selesai, karakter diamplas agar lebih halus. Terakhir, supaya lebih menarik, dilakukan finishing dengan dicat menggunakan pernis.

Keunikan bonsai hasil karyanya itu telah berhasil menyedot minat masyarakat sekitar bahkan luar kota.

“Alhamdulillah, karena kelihatan unik, banyak yang minat. Dari luar kota, terutama pendatang. Harganya dikisaran 250 ribu sampai 1 juta, tergantung tingkat kesulitan dan lama pengerjaan,” pungkasnya.– (vina)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *