Pengendara Ranmor Masuk Pasar Rangkasbitung Mengeluh:” Piraku Liwat Bae Kudu Bayar, Kabina-Bina Dak”

Pengendara Ranmor Masuk Pasar Rangkasbitung Mengeluh:" Piraku Liwat Bae Kudu Bayar, Kabina-Bina Dak"

Lebak, Bantengate.id– Pengendara kendaraan bermotor (Ranmor) yang masuk atau melewati Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, mengeluh paska  diberlakukannya Perbup Lebak Nomor 37 Tahun 2022 sebagai penjabaran dari Perda Kabupaten Lebak Nomor 7 Tahun 2010 Retribusi Jasa Umum, yang dimulai  sejak 1 Agustus 2023 lalu.

Bacaan Lainnya

Berbagai komentar dari sejumlah warga Rangkasbitung dan di dunia medsos, mengkritisi kebijakan Pemda Kabupaten Lebak ditengah sulitnya perekonomian masyarakat. Sebagai OPD pelaksana dari pungutan retribusi parkir di seputar pasar Rangkasbitung, adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak.

Kalo cuma lewat juga harus bayar?..gelooo, sih menurut gua mah ga masuk otak,” celetuk  nadakhairunn  di akun instagram. Terus ada lagi yang nyeletuk, “Kemaren cuman lewat doang, malah “neng, neng bayar”. Padahal cuma lewat doang abis dari Empang anterin anak sekolah agama wkwkwkwkw”, celetuk asyfasftri.  Ada juga yang comment, “hayo bae lewat doang  geh bayar pohara,” tulis wikwikers travelling.

Sementara  H. Eli  (45 Tahun) warga Narimbang, Rangkasbitung,  mengaku tak habis pikir dengan kebijakan Pemda Lebak memberlakukan tarif retribusi parkir ditengah sulitnya ekonomi, sekalipun berdalih untuk peningkatan Pendapatan Asli Daeahh (PAD).

“Uang kepada pengendara Ranmor saat masuk ke area pasar Rangkasbitung, baru pintu palang dibuka. Masa orang lewat ke pasar pake kendaraan motor harus bayar atau misalnya, suami nganter istri ke pasar dengan cara drop out, juga harus bayar. Ini  kan kebijakan yang gila. Piraku liwat ka pasar bae kudu bayar, kabina-bina amat,” kata H Eli dengan nada kesal.

Kalaupun mau diterapkan, kata H. Eli,  sebaiknya secara bertahap dan biaya retribusi di pungut dipintu keluar.  Di daerah lain, di pusat perbelanjaan mall misalnya, kalo hanya drop out atau kurang dari  lima menit gratis alias free tidak kenakan biaya. “Ini kebijakan parkir masuk Pasar Rangkasbitug aneh-aneh saja”, jelasnya kepada Bantengate.id,  Jumat  siang,  (4/8/2023).

Pantauan di lapangan, keluhan masyarakat Rangkasbitung khususnya, mulai  tanggal 1 Agustus 2023. Masyarakat  dari arah Jalan RT. Hardiwinangun (Jalan Pahlawan) tidak bisa masuk ke jalan Tirtayasa (Pasar Rangkasbitung), karena sedang ada peningkatan jalur kereta api dan pembangunan Stasiun Rangkasbitung.  Jalan dari arah itu di tutup total. Pengguna jalan harus harus memutar melalui Kp.Leuwiranji, Jalan Sunan Kalijaga dan dirasa cukup jauh.

Pasar Rangkasbitung nampak begitu semrawut dan ditambah lagi dengan adanya aturan parkir retribusi, ditengah kondisi tengah sulit.  “Yang lebih menjengkelkan, begitu mau masuk ke pasar di pintu masuk diminta duit, saat parkir didalam pasar juga di minta duit lagi sama juru parkir. Jadi masyarakat  bayar double. Bayar ke petugas Pemda dan bayar juga ke pengelola parkir di dalam pasar,” kata H Eli dengan nada kesal.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Banten, sejak awal Agustus 2023 mulai memberlakukan tarif retribusi bagi pengendara kendaraan bermotor (Ranmor) yang memasuki kawasan pasar Rangkasbitung.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Kabupaten Lebak, Yani, mengatakan, setiap pengendara Roda 2 maupun Roda 4 yang memasuki kawasan pasar Rangkasbitung dikenakan tarif retribusi penitipan kendaraan. Kebijakan itu berlaku sejak awal bulan Agustus 2023 sesuai dengan Perda Kabupaten Lebak Nomor  7 Tahun 2010  yang dijabarkan dalam Perbup Lebak Nomor 37 Tahun 2022.

“Ya benar, setiap kendaraan yang masuk ke kawasan pasar dikenakan tarif sebesar Rp 2. 000 untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil,” jelas Kabid Yani, saat ditemui di kantor Disperindag, Kamis (3/8/2023).

Menurutnya, penerapan tarif retribusi titip kendaraan yang masuk ke kawasan pasar Rangkasbitung merupakan bagian dari percobaan sosialisasi akan diterapkannya sistem parkir elektronik atau e-parkir pada bulan September 2023 mendatang.

Menurut Yani, kebijakan tersebut tentunya merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ini juga karena pengelolaan parkir khususnya di kawasan pasar Rangkasbitung berjalan lebih baik dan tidak berantakan.

Djelaskan Yani, bagi para pedagang di pasar Rangkasbitung atau pengendara ojek disarankan agar menggunakan member. Sehingga biaya parkir kendaraan tidak sama dengan pengguna kendaraan atau yang menitip kendaraan masyarakat umum di kawasan pasar Rangkasbitung seperti pada pedagang.

Sementara, Asisten Daerah (Asda II) Ajis Suhendi, menjelaskan, untuk kebijakan yang disosialisasikan Disperindag Lebak untuk penerapan tarif kendaraan masuk pasar Rangkasbitung bagi pedagang pasar atau ojek online itu akan dikenakan Tarif Member sebesar Rp10.000/Perbulan.–(ridwan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *