Pj Gubernur Banten Al Muktabar, Sholat Idul Adha 1444 H Bersama Warga Di Masjid Raya Al Bantani

sholat idul adha 1444 h

Serang, Bantengate.id–Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, melaksanakan Sholat Idul Adha 1444 H bersama  warga masyarakat sekitar Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Masjid Raya Al Bantani, Kota Serang, Kamis (29/6/2023).

Bacaan Lainnya

Usai Sholat Idul Adha 1444 H, Al Muktabar, melakukan penyembelihan hewan kurban. Pada tahun ini hewan kurban yang di potong  di halaman  Masjid Raya Al Bantani berjumlah 45 ekor sapi, 2 ekor kerbau, dan 19 ekor kambing. Daging hewan kurban tersebut disalurkan kepada warga yang kurang mampu dan keluarag anak stunting.

Hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Banten Virgojanti, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat sekitar. Bertindak sebagai imam H Yusuf Mas’ud, khotib Inas Nasrullah, dan bilal Tamami.

“Alhamdulillah kita selesai melaksanakan sholat Idul Adha. Kita doakan saudara-saudara kita yang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci semoga meraih haji yang mabrur. Semoga menjadi doa dan berkah dalam kita membangun Provinsi Banten, membangun Indonesia ,” ungkap Al Muktabar.

“Semangat kurban merupakan semangat yang relevan sepanjang masa. Sebagai dasar kita dalam kehidupan masing-masing dalam berbangsa dan bernegara. Semangat berkurban sangat mulia. Karena bisa untuk kebersamaan dalam hubungan dengan sesama manusia dan bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kata Al Muktabar.

Sementara, Khotib Sholat Idul Adha 1444H, Inas Nasrullah Lc, menyampaikan, istilah kurban dikenal sejak Nabi Adam AS.. Kemudian secara sembelihan di zaman Nabi Ibrahim A dan Ismail AS. Menyembelih hewan kurban dengan menyebut nama Allah SWT.

Dikatakan, di antara makna kurban diajarkan manusia untuk mensyukuri ketersediaan makanan dan minuman untuk keberlangsungan kehidupan manusia, memelihara kebersamaan dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu,, menumbuhkan semangat gotong royong, mewujudkan masyarakat yang sejahtera dunia akhirat, serta, melestarikan tradisi kebaikan dan kemaslahatan manusia.–(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *