Ratusan Anak Balita di Kabupaten Lebak, Menderita Thalasemia

LEBAK, Bantengate.id–Diduga ratusan anak usia  balita (bawah lima tahun) di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menderita penyakit Thalasemia (kelainan darah). Sementara RSUD Adji Darmo, milik  Pemkab. Lebak, belum memiliki ruang khusus untuk menangani penyakit yang disebabkan kelainan hemoglobin.

Bacaan Lainnya

Humas RSUD Adji Darmo, dr. Jauhari Assukri Hasibuan, menjawab pertanyaan Bantengate.id di kantornya, Kamis (1/12/2022), membenarkan,  penyakit Thalasemia banyak di derita anak-anak balita di wilayah Kabupaten Lebak.

“Penderita penyakit Thalasemia, banyak juga di derita anak balita warga Kabupaten Pandeglang, dan Jasinga, Kabupaten Bogor, sesuai data yang ada di RSUD Adjidarmo. Tapi saya tidak berani menyebutkan  jumlah  pastinya,” kata pejabat yang akrab disapa Bang Joe.

Dijelaskan Bang Joe, Thalasemia adalah penyakit kelainan darah disebabkan oleh kelainan hemoglobin yang menyebabkan kerusakan pada sel darah merah sehingga penderitanya mengalami anemia atau kurang darah. Ada dua jenis;  Thalasemia  Minor dan Thalasemia Mayor.  Adapun penderita Thalasemia yang datang untuk mendapat perawatan di RSUD Adji Darmo, rata-rata  Thalasemia Mayor.

Wartawan Bantengate.id, diajak  memasuki ruang perawatan penyakit Thalasemia. Di ruangan tersebut terdapat 8 (delapan) orang anak balita penderita Thalasemia yang sedang dirawat. Sementara dua orang tenaga medis tengah memeriksa satu orang anak yang juga penderita Thalasemia.

Beberapa anak balita penderita Thalasemia di ruang perawatan, nampak asik main game di HP android, yang ditemani ibunya. Media ini pun bercanda kepada anak yang bernama, Hafid (3 tahun) warga Mekarsari, Rangkasbitung dan Aditya Nova (3 tahun), warga Kampung Nanggung, Citeras: “Hp-nya, boleh ga om pinjam.  Hafid dengan sigap menyerahkan.  HP-nya, om  mau  dibawa, ya.  Anak tersebut, nampak mau menangis”.

Dijelaskan Bang Joe, RSUD Adji Darmo, statusnya type B.  RSUD ini sejak lama mau direlokasi dan dibangun menjadi rumah sakit yang representatif. Namun, lahan kurang memadai, sempit. Sementara dibagian belakang terdapat rumah bekas Multatuli (Eduard Douwes Decker), Asisten Residen, di jaman Belanda dan menjadi aset cagar budaya, yang harus dilestarikan.

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, saat membuka Muscab DPC Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) se-Provinsi Banten, di Karisma Jujuluk, Sabtu (9/11/2022) lalu, menyampaikan rencana merelokasi RSUD Adji Darmo ke Cileuweung, sekitar 5 Km dari lokasi yang sekarang. Lahan tersebut HGU PTP VIII, kebun Cisalak.

Pemkab. Lebak sudah melayangkan surat tiga  kali ke Direksi PTPN VIII, meminta lahan seluas 50 hektar untuk pembanguan Rumah Sakit  dan pusat perkantoran. Namun, hingga kini belum ada jawaban.  HGU PTPN VIII  sudah habis masa berlakunya sejak tahun 2000-an.

Menurut Bupati Iti Octavia, Pemkab. Lebak, sudah lama merencanakan akan merelokasi dan membangun RSUD  Adjidarmo, dengan fasilitas yang lengkap. RSUD belum memiliki fasilitas yang dibutuhkan seperti; ruang ICU, ruang khusus HIV dan ruang khusus untuk penanganan thalasemia.–(dimas/em)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *