Satgas TMMD Bersama Dinkes dan Distanbun, Sosialisasi Penanganan Covid-19 dan Ketahanan Pangan

BANTENGATE.ID, LEBAK:– Satgas TMMD ke-110/2021 Kodim 0603/Lebak bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Banten, mengadakan penyuluhan penanganan  Covid-19 dan  budidaya tanaman dalam rangka terwujudnya ketahanan pangan, bertempat di Kantor Desa Gununganten, Jumat (12/3/2021).

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0603/Lebak, Letkol. Inf. Nur Wahyudi, yang diwakili Bati Wanwil Kodim 0603/Lebak, Sersan Kepala Ishak Budiyana, Kepala Desa Gununganten, Suparman, Sekretaris Desa, Didin Wahyudin, Tim dari Puskesmas Cimarga, Babinsa dan tokoh masyarakat  Desa Gununganten.

Sosialisasi penanganan covid-19 dan budidaya tanaman, merupakan kegiatan non fisik sebagai rangkaian dari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110/2021, yang difokuskan di Desa Gununganten dan Desa  Jayasari, sejak awal Maret 2021 lalu dan akan berakhir 31 Maret 2021.

Kepala Puskesmas Cimarga, Yangyan, menyampaikan pandemi covid-19  dalam setahun terakhir ini telah terjadi  di Indonesia, yang mengakibatkan ratusan ribu orang terpapar dan bahkan ribuan orang meninggal dunia.   Pandemi  covid-19, juga terjadi di berbagai belahan dunia.

Beranjak dari hal tersebut, pemerintah pusat dan pemerintah daerah Kabupaten/Kota telah berupaya melakukan berbagai cara untuk meminimalisir penyebaran pandemi covid-19 dengan menerapkan berbagai aturan,  seperti; PSBB  dan upaya lainya.

Oleh sebab itu, agar penyebaran pandemi covid-19 segera bisa dihentikan diperlukan dukungan dari seluruh  elemen masyarakat dengan cara membatasi kegiatan keluar rumah jika tidak penting, memakai masker, rajin mencuci tangan dengan air sabun atau hand sanitizer,  hindari kerumunan dan tetap jaga jarak.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan melaksanakan 5 M yakni, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi,” ujar Yangyan.

Sementara itu, Suhanda, penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, menyampaikan bahwa tujuan dari penyuluhan budidaya tanaman untuk memberikan pemahaman kepada warga dalam tata cara  bertani, sehingga dapat menghasilkan produksi sesuai dengan yang diharapkan.

“Kami berharap penyuluhan ini akan memberikan manfaat yang sangat besar kepada para warga, dan untuk kedepannya bisa meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya. Apalagi sekarang sedang dibangun jalan, semoga dapat menunjang pendistribusian hasil panen masyarakat di sekitar Desa Gununganten dan Jayasari,” kata Suhanda.

Karis (56) dan Mubin (50), warga  Pasir Kopo dan Bojongserang,  yang hadir dalam acara sosialisasi kegiatan non fisik TMMD, menyambut baik kegiatan yang digelar atas kerja sama Kodim 0603/Lebak dan OPD Lebak tersebut.

“Alhamdulillah melalui sosialisasi TMMD ini, kami memperoleh  pengetahuan dan  mendapat wawasan baru tentang penyakit covid-19 dan tentang ilmu pertanian.  Selama ini, sebagian masyarakat  mengetahui tentang covid-19 lebih banyak dari media sosial dan informasi dari yang tidak jelas sumbernya. Kami juga mendapat informasi tentang masalah pertanian, semoga bisa kami terapkan supaya hasil tani kami semakin baik kualitasnya,” kata Karis dan Mubin.– (vina)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *