Shabrina Siswi SMA Terpadu Al-Qudwah Raih Juara Nasional Content Creator Competition

Shabrina Raisa Azaria, siswa SMA Terpadu Al-Qudwah berhasil meraih juara tingkat nasional Content Creator Competition yang diadakan IndiHome. Atas raihan itu, Shabrina berhak atas hadiah uang tunai Rp. 2,5 juta dan plakat serta piagam penghargaan.

Bantengate.id, Lebak, Shabrina Raisa Azaria, siswa SMA Terpadu Al-Qudwah berhasil meraih juara tingkat nasional Content Creator Competition yang diadakan IndiHome. Atas raihan itu, Shabrina berhak atas hadiah uang tunai Rp. 2,5 juta dan plakat serta piagam penghargaan.

Bacaan Lainnya

Karya Shabrina berhasil menarik perhatian juri dan menjadi pemenang di antara ratusan karya. Ditanya mengenai konten yang dibuat, siswa kelas XI SMA Terpadu Al-Qudwah ini membuka rahasianya.

“Kemarin aku bikin video a day in my life as a student. Aku pilih video jenis daily vlog soalnya aku mau bikin konten yang gampang ditonton dan bukan topik yang berat. Kemudian sama durasinya juga nggak terlalu panjang biar penonton gak bosen hehe,” terangnya sambil tertawa.

Shabrina tak mengira dirinya masuk nominasi juara. “Aku kaget soalnya nggak mengharap menang juga, Bunda sama Ayah juga kaget nggak nyangka menang. Alhamdulillah, juara harapan 3,” ungkap penyuka nonton film, nulis, sama shopping ini.

Di sekolah, putri dari Bapak Taufik dan Ibu Supriyanti ini aktif dalam ekstrakurikuler blogger. Di ekskul itu bukan hanya membuat tulisan saja tetapi beberapa konten visual seperti poster dan video.

SMA Terpadu Al-Qudwah memandang penting penggunaan internet untuk berbagai aktivitas positif. Zaman sekarang memang sangat erat dengan digitalisasi. Selain ekstrakurikuler blogger, ada juga ekstrakurikuler multimedia.

Kepala SMA Terpadu Al-Qudwah Iwan Supriana mengapresiasi prestasi ini. “Era digital yang disikapi dengan bijak akan berbuah cuan,” katanya.

SMA Terpadu Al-Qudwah, sekolah Islam Terpadu yang beralamat di Jl Maulana Hasanuddin Kampung Cempa Desa Cilangkap kecamatan Kalanganyar kabupaten Lebak memberikan kesempatan kepada siswa untuk bergiat di dunia digital.

Bahkan guru-guru juga didorong untuk melek teknologi dan melibatkan digitalisasi dalam pembelajaran. SMA Terpadu Al-Qudwah yang merupakan sekolah penggerak ini memandang pelibatan teknologi dalam dunia pendidikan adalah sebuah keharusan.

Teknologi memang punya dampak positif dan negatif. Jika kita lebih fokus pada dampak positif, maka kita menjadi pribadi yang semakin berkualitas. Memang kemudahan yang diberikan oleh teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas diri. Syarat lainnya adalah kemauan untuk berkolaborasi. Hal ini sudah menjadi karakter bagi siswa dan guru SMA Terpadu Al Qudwah. (fadil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *