Targetkan 70 Juta Kunjungan  Wisnu dan Wisman, Pemprov Banten Tata dan Kembangkan Destinasi Wisata

Danau Cigaru, di Cisoka, Kabupaten Tangerang, salah satu destinasi wisata di Banten.--

Jakarta, Bantengate.id–Pemerintah Provinsi Banten terus mengembangkan dan menatata sejumlah destinasi wisata, dan menargetkan sebanyak 70 juta kunjungan wisatawan nusantara (Wisnu) dan Wisatawan Mancanegara (Wisman) pada Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia 2023.

Bacaan Lainnya
Kadis Pariwisata Banten, Alhamidi.–

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Al Hamidi, mengemukakan hal tersebut usai mengikuti acara Banten Weekend at TMII di Anjungan Provinsi Banten Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (19/03/2023).

Menurut Al Hamidi, kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat ini harus dijadikan sebagai komitmen bersama antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam mengkampanyekan produk-produk lokal dan destinasi wisata di Provinsi Banten.

“Dalam mensukseskan jumlah kunjungan dan penataan destinasi wisata, diperlukan kerjasama semua pihak dan terutama para pengelola wisata. Kita juga menargetkan berapa transaksi dan kunjungan yang harus dicapai, sebagai pemicu untuk meraih keberhasilan,”kata Alhamidi.

Selain itu, perlu dimaksimalkan komunikasi yang baik antar pelaku UMKM, Koperasi dan OPD yang ada di Provinsi Banten untuk mendukung BBI dan BBWI.

Dikatakan, Pemprov Banten, terus mengembangkan destinasi wisata baik dalam segi infrastruktur maupun pelayanan untuk menjadi destinasi unggulan. Banyak destinasi wisata yang kita unggulkan, baik itu wisata religi, alam, atau buatan sudah kita expose ke masyarakat luas.

Upaya lain yang dilakukan Pemprov Banten di antaranya terus melakukan pemantauan dan pengawasan di sektor Pariwisata sebagai upaya dalam mensukseskan Gernas BBI dan BBWI di Provinsi Banten.

“Dan tak lupa kita juga tetap melakukan standarisasi harga tiket, perbaikan infrastruktur serta pengawasan sebagai penunjang kesuksesan acara BBI dan BBWI di Banten ini. Melalui event BBI dan BBWI,  diharapkan menjadi sebuah peluang dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan transaksi jual beli yang bisa mendorong pembangunan di Provinsi Banten.--(red/wonk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *