Unik! Guru Kimia SMAN 27 Kab. Tangerang Ajari Siswanya Dengan Games Android

Bantengate.id, Tangerang, Tak bisa dipungkiri, ilmu Kimia yang satu rumpun dengan Matematika dan ilmu eksak lainnya sering membuat banyak siswa untuk menghindarinya. Baik itu untuk kehidupan sehari-hari atau pelajaran. Sudah pasti, rumus Kimia yang banyak, tak mudah dimengerti sebagian orang.

Bacaan Lainnya

Namun, paradigma itu tak berlaku untuk Ayu Lestari, Guru Kimia SMAN 27 Kabupaten Tangerang. Baginya, mata pelajaran Kimia adalah hal yang menyenangkan. Dengan menggabungkan metode konvensional dibalut teknologi, akhirnya Ayu berhasil mengubah stereotype bahwa ilmu eksak itu sulit dipahami menjadi hal yang mudah dan fun.

Perkembangan teknologi internet dan gadget telah merubah prilaku siswa dalam belajar, Ayu mengatakan, “Dulu kita untuk mencari literatur ataupun sumber bacaan harus ke perpustakaan, sekarang hanya browsing di google, dalam hitungan detik jawaban sudah tersedia dengan cepat,”.

Ayu menambahkan, hampir sebagian anak – anak didiknya memiliki hobi bermain games android. Malah boleh dikatakan siswanya lebih update dibandingkan guru perihal perkembangan dan pemakaian teknologi gadget.

“Saya melihat ini tantangan dan peluang, berusaha membujuk minat para siswa belajar Kimia dari handbook menjadi digital dengan memanfaatkan aplikasi games edukasi. di Playstore banyak sekali referensi games berbasis quiz seperti Quiziz yang sangat interaktif dan terukur nilainya, nah akhirnya siswa saya jadi antusias untuk belajar Kimia deh,” kata Ayu.

Hasil penelitian dr. K.Siste, SpKJ (K) terkait Kecanduan Internet/Gadget bahwa remaja termasuk dalam kelompok usia yang rentan mengalami kecanduan internet dimana sebanyak 31.4% remaja mengalami kecanduan internet.

Data ini menunjukkan, tujuh dari 10 Remaja Putri mengalami kecanduan media sosial dan 9 dari 10 Remaja Putra mengalami kecanduan Games Online. Atas kenyataan itu, beberapa pihak termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI mengingatkan peran orangtua dalam menghadapi kecanduan internet di kalangan remaja. (dimas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *