Vihara Avalokitesvara, Terbiasa Dijadikan Pengungsian Banjir Warga Rangkasbitung

Vihara Avalokitesvara, Terbiasa Dijadikan Pengungsian Banjir Warga Rangkasbitung Bantengate.id

Vihara Avalokitesvara, Terbiasa Dijadikan Pengungsian Banjir Warga Rangkasbitung Bantengate.idBANTENGATE.ID, LEBAK:— Masyarakat Kampung Kebon Kopi, Kebon Kalapa, Leuwiranji, Salahaur dan sekitarnya, di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, kini tengah dilanda   banjir akibat  meluapnya Sungai Ciujung, sejak Jumat (5/12) hingga hari ini, Senin (7/12).

Masyarakat yang menetap di perkampungan tersebut, manakala banjir semakin meluap, maka tempat pengungsian yang paling aman dan nyaman digunakan adalah Vihara Ananda Avalokitesvara, di Jalan Sunan Kalijaga 173, Rangkasbitung.

Bacaan Lainnya

Sepanjang Jalan Sunan Kalijaga, Leuwiranji, Kebon Kopi dan Kebon Kalapa, banyak warga keturunan Tiong Hoa. Mereka sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda dan secara turun temurun menetap diperkampungan itu. Penduduk asli dan warga keturunan, hidup rukun dan belum pernah terjadi perselisihan.

Ko Aleng (60) salah seorang warga keturunan, mengatakan, kami dengan senang hati Vihara Avalokitesvara di jadikan tempat untuk menetap sementara saudara-saudara yang tertimpa musibah banjir akibat meluapnya Sungai Ciujung.

Baca juga : Dandim 0603/Lebak, Letkol. Inf, Nur Wahyudi, Pantau Banjir dan Kunjungi Warga

“Kebetulan Vihara baru di perbaiki dan di cat baru. Jadi pas juga untuk dijadikan tempat mengungsi sementara. Inilah indahnya persaudaraan dan kebersamaan, indahya persatuan dan kesatuan. Ada  sebuah toleransi. Disana saling berbagi saat senang maupun susah. Hidup lebih mudah, karena sikap gotong royong terus di pelihara. Berat sama di pikul ringan sama di jinjing,  saling menyayangi dan hidup penuh kedamaian,” kata ko Aleng yang akrab di sapa Bang Ronda ini.

Menurut Bang Ronda, Vihara Avalokitesvara sudah terbiasa dipergunakan untuk menampung warga yang tertimpa musibah banjir yang setiap tahun pasti terjadi, akibat meluapnya Sungai Ciujung.

Tapi, sehubungan dengan pandemi covid-19, tetap harus dilakukan sesuai prosedur. Para pengungsi tetap pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan menggunakan sabun. Kalau tidak sedang pandemi covid-19, Vihara Alalokitesvara dapt menampung sekitar 1.000 orang.

Tadi siang, kata Bang Ronda, Dandim 0603/Lebak, Letkol.Inf, Nur Wahyudi, Kapolres Lebak, AKBP, Ade Mulyana S.Ik, Wakil Bupati Lebak, H. Ade Sumardi, Muspika Kec. Rangkasbitung, Kasat Sabhara Polres Lebak, AKP Soeharto, Kades Muara Ciujung Timur, Imas dan rombongan lainnya mengunjungi Vihara untuk mengecek kesiapan tempat pengungsian sementara warga yang tertimpa musibah banjir..—(vina)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *