75 Hektar Padi Sawah di Blok Cikalong Desa Gununganten, akan Segera Panen

75 Hektar Padi Sawah di Blok Cikalong Desa Gununganten, akan Segera Panen Bantengate.id
75 Hektar Padi Sawah di Blok Cikalong Desa Gununganten, akan Segera Panen Bantengate.id
Kades Gununganten, Suparman, dan Abah Eli, Ketua Kelompok Tani

BANTENGATE.ID, LEBAK:– Sekitar 75 hektar pesawahan  di Blok Cikalong, milik masyarakat di Desa Gununganten, di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, tak lama lagi bakal memetik hasilnya. Saat ini padi  tengah berbuah dan tumbuh subur,  diperkirakan pada bulan suci Ramadan atau akhir bulan  April 2021,  bisa dipanen.

Pantauan bantengate, Minggu (21/3), padi yang tumbuh subur di pesawahan blok Cikalong  terhampar dari mulai perkampungan Pasir Kopo, Kampung Sawah, Kebon Kopi dan Narongtong, begitu indah di pandang mata.

Bacaan Lainnya

Bagi warga yang tinggal di perkotaan, suasana  alam seperti pesawahan di Desa Gununganten, sudah sulit didapatkan.  Sambil berjalan di pagi atau sore hari menyusuri sepanjang jalan desa, begitu terasa nyaman.  Di kanan dan kiri jalan terdapat pesawahan. Sejauh mata memandang, nampak hamparan tanaman padi yang tumbuh subur.  Dan di atas  hamparan padi, nampak langit  begitu cerah,  secerah  hati petani yang akan segera panen.

Kades Gununganten Suparman, menjelaskan,  luas  sawah di desanya sekitar 153 hektar diantaranya; di blok Cikalong,  sawah tadah, Situgirang, Sabrang Barat dan Ciketrek. Pesawahan di blok Cikalong dan Sawah Tadah, sebelumnya merupakan sawah tadah hujan yang hanya bisa ditanam setahun sekali atau pada saat tibanya musim hujan. Namun, sejak beberapa tahun terakhir ini,  sudah menjadi areal pesawahan  yang cukup dengan air.

Baca Juga: Menyambut Bulan Suci Ramadan 1442 H/2021 M, Warga Gununganten Membersihkan Jalan Desa

75 Hektar Padi Sawah di Blok Cikalong Desa Gununganten, akan Segera Panen Bantengate.idPemerintah Desa Gununganten bersama kelompok tani, membangun pompanisasi dengan menggunakan 3 (tiga)  mesin deisel untuk menyedot  air  dari kali Ciujung dan kali Cikeuyeup, kemudian di buat saluran air ke pesawahan masyarakat,  sehingga kini sudah bisa melaksanakan  tanam padi tiga kali setahun.

“Jenis  padi  yang di tanam rata-rata IR dengan penghasilan rata-rata  6,5 ton – 7  ton  GKG (Gabah Kering Giling),” kata  Kades Suparman.

Menurut  Suparman, di akhir masa jabatan Kades di periode kedua, pihaknya terus melakukan berbagai terobosan untuk menuju sebuah desa yang maju dan mandiri. Sejak  tanggal 2  Maret  di desa ini sedang  dilaksanakan TMMD ke-110/2021 dengan fokus membangun infrastruktur badan jalan sepanjang 6 KM dan lebar 8 meter yang menghubungkan Cilalay – Leuwi Buled, Desa Jayasari.  Kegiatan TMMD akan berakhir 31 Maret 2021 mendatang.

“Desa Gununganten masih terkendala, belum bisa masuk kendaraan roda empat dari jalan raya Cileles (Cipeucang)   ke Kampung Kebon Kopi (Desa Gununganten). Prasarana yang ada sekarang berupa jembatan gantung yang melintas kali Ciujung. Kami sudah meminta kepada Pemkab. Lebak untuk dibangun jembatan permanen,” kata Kades Suparman.– (vina/em)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *