UPTD SDA Lebak Digeruduk Petani, KNPI Malingping dan IMC: Minta Saluran Irigasi Cilangkahan II Diperbaiki

UPTD SDA Lebak Digeruduk Petani, KNPI Malingping dan IMC: Minta Saluran Irigasi Cilangkahan II Diperbaikiigasi

Lebak, Bantengate.id– Kantor UPTD SDA Wilayah Lebak Selatan, Kabupaten Lebak, Banten, di geruduk para petani, Dewan Pengurus Kecamatan Malingping Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK-KNPI) Kecamatan Malingping,  dan Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC), Kamis (20/7/2023), mempertanyakan tuntutan perbaikan saluran irigasi yang sudah disampaikan pada Tahun 2022 lalu, namun hingga kini belum ada realisasi.

Bacaan Lainnya

Para petani bersama unsur KNPI Malingping dan Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) datang ke kantor UPTD Sumber Daya Air Wilayah Selatan, Kabupaten Lebak, mendatangi kantor UPT SDA dengan cara konvoi dan tertib. Di  pintu gerbang dan pintu belakang Kantor UPTD SDA, ternyata sudah ada personel Polres Lebak dan Polsek Malingping,  untuk melakukan pengamanan yang sudah siaga  sejak pukul 10.00 WIB.

Ketua KNPI Malingping, M.Febi Firmansyah, menyampaikan beberapa tuntutan yang menjadi keluh kesah masyarakat sehubungan status saluran irigasi Cilangkahan II  yang meliputi Desa Sukaraja, Desa Cilangkahan dan Desa Sukamanah, sudah lama terbengkalai tidak terawat. Akibatnya, terjadi krisis  pasokan air ke pesawahan petani dan menyebabkan  gagalnya panen.

“Tuntuan perbaikan saluran irigasi tersebut sudah disampaikan pada Tahun 2022 lalu, namun hingga kini belum ada realisasi. Saluran Irigasi  Cilangkahan II, sudah beberapa tahun tidak pernah dilakukan pemelihaan ataupun perbaikan.,”tegas Febi.

Oleh sebab itu, Dewan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK-KNPI) Kecamatan Malingping bersama Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) dan para petani, mempertanyakan dan menuntut  kesungguhan UPTD SDA, Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, untuk peduli dengan nasib petani dengan cara memperaiki saluran irigasi Cilangkahan II.

Sementara Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC), Jaka Eriandi, menegaskan, bahwa tidak berfungsinya saluran irigasi Cilangkahan II yang seharusnya bisa mengairi pesawahan petani di Desa Sukaraja, Desa Cilangkahan dan Desa Sukamanah, sangat berdampak besar pada sektor perekonomian masyarakat khususnya petani.

Sedangkan Abeng (45 tahun) salah satu perwakilan dari petani mendesak Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, dan Kepala UPTD SDA  Wilayah Selatan, untuk segera turun ke lapangan, mengecek kondisi  saluran irigasi dan segera merehabilitasi, agar pesawahan petani dapat terpenuhi pasokan air.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Lebak, H. Dade Yan Apriyandi, yang dihubungi Bantengate.id melalui saluran selular, Jumat (21/7/2023), bahwa pemeliharaan Saluran Irigasi Cilangkaan II Malingping, kewenangannya  ada di Dinas PUPR Kabupate Lebak.

Kabid SDA, H. Dade, membenarkan, bahwa hari Kamis (20/7/2023) kemarin, perwakilan petani, rekan-rekan KNPI Malingping dan IMC, mendatangi kantor UPTD SDA untuk menyampaikan aspirasi terkait permintaan perbaikan Saluran Irigasi Ciangkahan II, di Kecamatan Malingping, diperbaiki.

“Saya tiba di kantor UPTD SDA, sudah siang, karena ada yang harus diselesaikan di kantor Dinas PUPR Lebak di Rangkasbitung. Ternyata, rekan-rekan KNPI, IMC dan para petani sudah pada pulang. Namun semua usulan sudah dicatat oleh petugas di UPTD SDA,” kata H. Dade.

Dijelaskan H. Dade, para petani mengusulkan  perbaikan Saluran Irigasi Cilangkahan II, agar pasokan air bisa sampai ke areal pesawahan di Desa Sukamanah. Sesuai dengan hasil pengecekan dilapangan, beberapa ruas saluran irigasi sudah banyak yang rusak, karena saluran irigasi ini dibagun pada tahun 1990-an  melalui Proyek Irigasi Teluk Lada.

Menurt H Dade, di beberapa ruas aliran saluran irigasi sudah banyak terjadi sedimentasi. Selain itu,  terdapat penyempitan sejak adanya pembangunan perumahan di daerah Simpang, Cilangkahan. Kemudian, di pertengahan ruas saluran terdapat armco yang sudah berada dibawah kedalaman tanah dan tidak bisa dilalui aliran air.

“Untuk merehabilitasi Saluran Irigasi Cilangkahan II di Lebak Selatan, diperlukan biaya yang cukup besar. Kami akan segera membuat perencanaan dan pemetaan kembali, termasuk perhitungan biaya yang diperlukan, sehingga  saluran irigasi tersebut dapat berfungsi dengan baik,”kata H Dade.–(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *